Monday, September 26, 2011

Hadirkan Buaya Dalam Hidup Anda - Humor

View Article

Dahulu kala ada seorang raja yang memiliki anak perempuan sangat jelita. Begitu cantik dan eloknya, putri raja ini menjadi rebutan para pangeran dan pemuda. Sang raja bingung menentukan siapa calon menantunya.
Raja yang dikenal bijaksana ini akhirnya membuat sayembara. “Wahai para pemuda, siapa yang mau menjadi menantuku berkumpulah pada tanggal 9 bulan 8 di sungai depan istana.”

Pada hari yang telah ditentukan, ratusan pemuda yang ingin mempersunting puteri raja berkumpul dengan penuh semangat dan gairah. Saat yang raja muncul beserta puterinya semua hadirin berdiri dan bertepuk tangan.
Sang rajapun membuka sambutan dengan mengatakan, “Wahai para pemuda di seberang sungai sana, hari ini saya akan menentukan siapa yang berhak menjadi menantuku. Caranya, berenanglah menyeberangi sungai di depan kalian dan siapa yang sampai di seberang sini kemudian bersalaman denganku dialah yang berhak menjadi menantuku.”
Para pemuda segera bersiap berenang menyeberangi sungai. Tiba-tiba, sambil membalikkan tubuhnya sang raja melemparkan daging ke sungai, ternyata puluhan buaya muncul dan memperebutkan daging itu.
“Ayo siapa yang mau menjadi menantuku, berenanglah!” ujar sang Raja.

Ditunggu beberapa menit tak ada yang berenang. Karena tak ada tanda-tanda akan ada yang berenang sang raja berkata lebih lantang, “Ayo siapa yang mau menjadi menantuku berenanglah!”
Setelah hening beberapa saat, tiba-tiba seorang pemuda melompat ke dalam sungai itu. Semua orang melihat pemuda itu berjuang mati-matian menghindari buaya. Kadang ia berlari di atas tubuh buaya, kadang ia berenang, kadang ia menyelam. Dan akhirnya pemuda itu berhasil menyeberangi sungai itu.

Sang raja langsung mendatangi pemuda gagah berani itu dan menyalaminya sambil bekata, “Selamat! Kamu berhak menjadi menantuku, sebelum aku pertemukan dengan puteriku, adakah sesuatu yang akan kamu katakan?”
Sambil terengah-engah pemuda itu menghadap ke arah para pemuda di seberang sungai sambil berteriak, “Hai para pemuda di seberang sungai sana! Siapa yang tadi mendorong saya ke sungai!?”
Insan SuksesMulia, terkadang kita perlu “diceburkan” oleh orang lain untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang penuh dengan tantangan (buaya). Karenanya, jangan pernah menolak bila Anda diberi tugas yang menantang oleh atasan Anda atau klien Anda.

Akan lebih baik lagi bila Anda sendiri yang secara berkala mengundang “buaya” (tantangan) dalam hidup Anda. Bila hal ini Anda lakukan, hidup Anda akan penuh warna dan kehidupan bak istana beserta permaisuri ayu serta berbagai layanan kelas satu menanti Anda.
Ayo “buaya” apa yang akan Anda hadirkan selama tiga bulan kedepan?

Sunday, September 25, 2011

Siswa Konyol - Humor

View Article
Konon kabarnya di Jakarta, terdapat Sekolahaan SMA yang menjadi panutan buat sekolah sekolah lainnya. Memang bukan isapan jempol, siswa siswinyapun terlihat tertib dan sopan. mungkin ini adalah persilangan antara SMA 6 Jakarta yang minggu minggu ini sedang dikabarkan tak sedap oleh berbagai media karena ulahnya. saya hanya berharap kasus seperti SMA 6 Jakarta ini, tidak di tiru oleh sekolah sekolah lain di indonesia ini.

Ngomong-ngomong masalah Siswa teladan, alkisah ada seorang siswa yang pulang dari sekolah, terjadi percakapan antara siswa dan Bapaknya. citanya seperti ini

Siswa : "pah, tadi aku di sekolah diledekin gay sama temen aku!!"
bapak : "laen kali kalo diledek gitu lagi, langsung tonjok aja!!"
Siswa : "tapi.. dia ganteng bangeet.. "
bapak : *njungkel*

Kura-kura yang Gigih - Humor

View Article
September 2011, Bangsa indonesia yang terdiri dari beragai pulau itu diberi nikmat panas oleh Tuhan. bagaimana tidak kususnya di jakarta panasnya gila-gilaan. ada orang yang bilang neraka bocorlah, matahari sedang PDKT sama bumi lah, yang jelas banyak untaian kata yang keluar dari banyak orang untuk menggambarkan bagaimana panas diindonesia.

di belahan indonesia lain, tepatnyab di sebuah hutan yang belum ditemukan namanya, seekor kura-kura memanjat pohon dengan perlahan-lahan. setelah berjam-jam kura-kura tesebut berhasil mencapai puncak, lalu kura-kura tersebut lompat dan terjatuh dengan keras ke tanah. setelah sadar, ia memanjat lagi,lompat lagi,dan jatuh lagi. Kura-kura itu terus mencoba, sementara sepasang burung di atas pohon mengamati kura-kura itu dengan penuh rasa iba.

Kemudian burung betina berkata kepada suaminya, "Sayang, saya rasa inilah saatnya untuk memberitahu kura-kura kecil kita kalau dia adalah anak adopsi. (",)?

Matematika Tuhan - Inspirasi

View Article

Semakin tua saya semakin menyakini bahwa matematika manusia kadang berbeda dengan matematika-Nya. Saya mulai merenungkan hal itu lebih dalam ketika anak saya pernah bertanya, “Pak, satu tambah satu berapa? Tentunya, langsung saya jawab dua.

Ketika jawaban itu saya berikan, anak saya menukas, “Salah, itu anak SD juga tahu.” Menyadari bahwa itu guyonan dan uji kreativitas, maka kemudian saya jawab, “Sebelas!” Ternyata jawaban itupun disalahkan anak saya. Menurutnya, 1 + 1 = 27 . Kontan saya bertanya, “Kok bisa 27, nak?”
Saya tersentak dengan jawaban anak saya, “Kalau bapak sholat sendiri berapa pahalanya? Satu, kan? Tapi kalau bapak berdua berapa pahalanya? 27, kan?” [Dalam agama Islam, sholat berjamaah, bersama itu pahalaya 27 kali lipat]. Langsung saya peluk anak saya sambil berkata, “Kamu pinter nak..” [Itu turunan. He he he....]

Apa hikmah cerita tersebut dalam kehidupan? Sehebat-hebatnya Anda, pasti Anda akan kalah menghadapi orang yang bekerja dengan tim yang kompak. Maka, bila Anda ingin melakukan percepatan hidup segeralah buat tim, juga buat kelompok mastermind.

Sejak obrolan dengan anak saya tadi saya mulai berpikir serius tentang matematika-Nya. Salah satunya tentang sedekah. Dalam pandangan manusia harta yang kita miliki bila diberikan kepada orang lain akan berkurang. Namun dalam pandangan Matematika-Nya dengan sedekah justeru harta kita akan bertambah.
Saya sangat yakin dengan hal itu karena sudah membuktikannya. Saya juga melihat banyak orang semakin kaya setelah ia banyak sedekah. Bill Gates contohnya, ia menyumbangkan hartanya hampir 200 trilyun rupiah untuk kegiatan pendidikan dan kesehatan. Hasilnya? Ia masih berada dalam daftar orang terkaya di dunia.
So, mari kita pahami Matematika-Nya dan bekerja dengan keyakinan Matematika-Nya. Bukankah Dia yang menciptakan kita, dunia dan seisinya? Tentunya Dia yang lebih tahu Matematika kehidupan dibandingkan dengan kita.

Friday, September 23, 2011

Topeng Kehidupan - Inspirasi

View Article
Dalam kehidupan sehari-hari, saya menemukan banyak orang yang hidup dengan mengenakan topeng. Ada orang yang mengaku sukses dalam bisnis (milyarder), mobilnya mewah, aksesoris yang melekat di tubuhnya semuanya branded, ketika bicara omongannya muluk-muluk. Namun tunggakan hutangnya melimpah, kehidupannya rapuh. Menurut saya orang ini hidupnya bertopeng, yang tampak bukanlah aslinya.

Politisi yang berbicara atas nama rakyat, sering merasa memperjuangkan rakyat dan juga dipilih oleh rakyat. Namun dalam kehidupannya ia tak mencerminkan peduli dengan rakyat. Ia lebih sibuk mengumpulkan rupiah. Selalu minta dilayani bukan melayani.  Bahkan berani memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi dan keluarganya. Menurut saya orang ini hidupnya bertopeng, politisi hanya dijadikan kedok untuk kepentingan pribadi
Bila Anda sudah menikah, tapi tak pernah memberi sesuatu yang dicintai pasangan Anda, tak pernah punya waktu berkualitas bersamanya, tak pernah memanjakannya. Juga, selalu ingin didengar tapi tak mau mendengar, selalu merasa paling berjasa dalam kehidupan rumah tangga. Menurut saya status Anda sebagai suami/istri hanya topeng. Dibalik semua itu Anda adalah monster yang menakutkan bagi  orang-orang di sekitar.

Tanpa orang tua, kita tak akan pernah ada di dunia. Secara logika seharusnya kita menjaga dan menghormatinya. Namun bila dalam kehidupan kita tak mampu membahagiakannya atau bahkan kata-kata kita sering melukainya, tak pernah mendoakannya, dan juga tak pernah memperjuangkan apa yang diinginkannya, maka saat itu pula kita sedang mengenakan topeng.

Bila profesi Anda sama seperti saya sebagai seorang inspirator kehidupan, sering bicara tentang indahnya hidup dan kebaikan… Namun bila dalam kehidupan sehari-hari banyak yang Anda katakan tapi tidak Anda kerjakan, pandai bicara tapi miskin perbuatan baik… Saat itulah Anda sedang mengenakan topeng kehidupan yang sangat berbahaya.
Semakin banyak topeng kehidupan yang kita pakai, kebahagian akan semakin menjauh dari kita. Perankanlah profesi dan status kita sebaik-baiknya. Hiduplah apa adanya tanpa harus membohongi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita.

Calon Istri Mirip Ibu - Humor

View Article
Jangan pernah menunda-nunda untuk menikah. Menikah itu anugerah. Buatlah kriteria yang sederhana untuk calon pasangan Anda. Syarat dan kriteria yang terlalu rumit hanya akan membuat Anda sulit menentukan hari dan tanggal pernikahan.

Begitu pula bagi Anda yang sudah punya anak. Berilah mereka kebebasan untuk memilih calon pasangan hidupnya. Terlalu ketat menentapkan standar bisa berabe urusannya, sebagaimana terjadi pada kisah berikut.
Ada seorang pemuda yang sudah sangat “kebelet” menikah. Namun, sang ibu selalu menolak setiap calon yang diajukan dengan berbagai alasan: terlalu gemuk, terlalu pendek, terlalu pendiam, rambutnya direbonding, berasal dari perguruan tinggi tak ternama dan sebagainya.
Merasa kebingungan, pemuda ini meminta nasihat seorang konsultan pernikahan. Darinya ia mendapat jawaban singkat saja, “Carilah perempuan yang mirip ibumu!”
Berbekal nasihat tersebut pemuda yang memang sudah merindukan pasangan inipun mencarinya dengan berbagai cara. Setelah 3 bulan ia berjibaku mencari jodoh akhirnya ia menemukan seorang wanita yang mirip ibunya.

Ya, dari berbagai hal, si calon ini memiliki banyak sekali kemiripan dengan ibunya. Mulai dari tinggi badan, berat badan, potongan rambut, bahkan ukuran sepatu dan busananya. Demikian pula perilakunya, cara bicaranya, intonasi dan kecepatan bicaranya, caranya tersenyum, memandang orang lain, semuanya persis ibunya.

“Yes! Inilah calon istriku dan pasti ibuku setuju,” seru pemuda itu yakin.
Ketika saatnya tiba, dengan mantap pemuda ini memperkenalkan calon istrinya kepada kedua orangtuanya. Ia ingin minta restu dan persetujuan dari ayah dan ibunya.
Ibunya tampak senang. Namun, sang ayah kelihatannya punya pendapat berbeda.
“Nak, ayah sudah berpengalaman hidup dengan perempuan seperti itu. Kau akan menderita dan menyesal, nak,” ucapnya setengah berbisik, sambil mengusap air mata yang menggenang di pipinya.