Showing posts with label Humor. Show all posts
Showing posts with label Humor. Show all posts

Tuesday, September 27, 2011

Babi dan Buaya - Humor

View Article

Ketika saya pulang dari Makasar usai memberikan training di sana, tiba-tiba anak saya memberikan tebakan kepada saya. “Pak, di tengah hutan ada sungai…Nah, sungainya itu banyak buayanya, terus di pinggir sungai banyak babi.  Bagaimana caranya babi nyeberang sungai?” tanya anak saya.

Langsung saya jawab, “Lewat jembatan!” Dengan tangkas anak saya menjawab, “Salah, di tengah hutan gak ada jembatan.” Saya jawab lagi, “Babinya mencari tempat yang tidak ada buayanya.” Sambil tersenyum anak saya menjawab, “Buayanya ngikutin babi, pak.”

“Ya sudah deh, bapak nyerah, bapak gak tahu jawabannya,” kata saya. Kemudian anak saya berkata lagi, “Bener ya, bapak nyerah. Bapak gak tahu bagaimana caranya babi nyeberang sungai? Ya nyeberang saja, pak!” Langsung saya komentari, “Lho,  kan ada buaya, nanti babinya dimakan buaya, lho!”  Anak saya langsung menjawab, “Kan buayanya agamanya Islam pak… Babi kan harammmm….”

Anak sayapun berlari meninggalkan saya sebagai tanda ia minta dikejar…

Monday, September 26, 2011

Hadirkan Buaya Dalam Hidup Anda - Humor

View Article

Dahulu kala ada seorang raja yang memiliki anak perempuan sangat jelita. Begitu cantik dan eloknya, putri raja ini menjadi rebutan para pangeran dan pemuda. Sang raja bingung menentukan siapa calon menantunya.
Raja yang dikenal bijaksana ini akhirnya membuat sayembara. “Wahai para pemuda, siapa yang mau menjadi menantuku berkumpulah pada tanggal 9 bulan 8 di sungai depan istana.”

Pada hari yang telah ditentukan, ratusan pemuda yang ingin mempersunting puteri raja berkumpul dengan penuh semangat dan gairah. Saat yang raja muncul beserta puterinya semua hadirin berdiri dan bertepuk tangan.
Sang rajapun membuka sambutan dengan mengatakan, “Wahai para pemuda di seberang sungai sana, hari ini saya akan menentukan siapa yang berhak menjadi menantuku. Caranya, berenanglah menyeberangi sungai di depan kalian dan siapa yang sampai di seberang sini kemudian bersalaman denganku dialah yang berhak menjadi menantuku.”
Para pemuda segera bersiap berenang menyeberangi sungai. Tiba-tiba, sambil membalikkan tubuhnya sang raja melemparkan daging ke sungai, ternyata puluhan buaya muncul dan memperebutkan daging itu.
“Ayo siapa yang mau menjadi menantuku, berenanglah!” ujar sang Raja.

Ditunggu beberapa menit tak ada yang berenang. Karena tak ada tanda-tanda akan ada yang berenang sang raja berkata lebih lantang, “Ayo siapa yang mau menjadi menantuku berenanglah!”
Setelah hening beberapa saat, tiba-tiba seorang pemuda melompat ke dalam sungai itu. Semua orang melihat pemuda itu berjuang mati-matian menghindari buaya. Kadang ia berlari di atas tubuh buaya, kadang ia berenang, kadang ia menyelam. Dan akhirnya pemuda itu berhasil menyeberangi sungai itu.

Sang raja langsung mendatangi pemuda gagah berani itu dan menyalaminya sambil bekata, “Selamat! Kamu berhak menjadi menantuku, sebelum aku pertemukan dengan puteriku, adakah sesuatu yang akan kamu katakan?
Sambil terengah-engah pemuda itu menghadap ke arah para pemuda di seberang sungai sambil berteriak, “Hai para pemuda di seberang sungai sana! Siapa yang tadi mendorong saya ke sungai!?”
Insan SuksesMulia, terkadang kita perlu “diceburkan” oleh orang lain untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang penuh dengan tantangan (buaya). Karenanya, jangan pernah menolak bila Anda diberi tugas yang menantang oleh atasan Anda atau klien Anda.

Akan lebih baik lagi bila Anda sendiri yang secara berkala mengundang “buaya” (tantangan) dalam hidup Anda. Bila hal ini Anda lakukan, hidup Anda akan penuh warna dan kehidupan bak istana beserta permaisuri ayu serta berbagai layanan kelas satu menanti Anda.
Ayo “buaya” apa yang akan Anda hadirkan selama tiga bulan kedepan?

Sunday, September 25, 2011

Kura-kura yang Gigih - Humor

View Article
September 2011, Bangsa indonesia yang terdiri dari beragai pulau itu diberi nikmat panas oleh Tuhan. bagaimana tidak kususnya di jakarta panasnya gila-gilaan. ada orang yang bilang neraka bocorlah, matahari sedang PDKT sama bumi lah, yang jelas banyak untaian kata yang keluar dari banyak orang untuk menggambarkan bagaimana panas diindonesia.

di belahan indonesia lain, tepatnyab di sebuah hutan yang belum ditemukan namanya, seekor kura-kura memanjat pohon dengan perlahan-lahan. setelah berjam-jam kura-kura tesebut berhasil mencapai puncak, lalu kura-kura tersebut lompat dan terjatuh dengan keras ke tanah. setelah sadar, ia memanjat lagi,lompat lagi,dan jatuh lagi. Kura-kura itu terus mencoba, sementara sepasang burung di atas pohon mengamati kura-kura itu dengan penuh rasa iba.

Kemudian burung betina berkata kepada suaminya, "Sayang, saya rasa inilah saatnya untuk memberitahu kura-kura kecil kita kalau dia adalah anak adopsi. (",)?

Friday, September 23, 2011

Calon Istri Mirip Ibu - Humor

View Article
Jangan pernah menunda-nunda untuk menikah. Menikah itu anugerah. Buatlah kriteria yang sederhana untuk calon pasangan Anda. Syarat dan kriteria yang terlalu rumit hanya akan membuat Anda sulit menentukan hari dan tanggal pernikahan.

Begitu pula bagi Anda yang sudah punya anak. Berilah mereka kebebasan untuk memilih calon pasangan hidupnya. Terlalu ketat menentapkan standar bisa berabe urusannya, sebagaimana terjadi pada kisah berikut.
Ada seorang pemuda yang sudah sangat “kebelet” menikah. Namun, sang ibu selalu menolak setiap calon yang diajukan dengan berbagai alasan: terlalu gemuk, terlalu pendek, terlalu pendiam, rambutnya direbonding, berasal dari perguruan tinggi tak ternama dan sebagainya.
Merasa kebingungan, pemuda ini meminta nasihat seorang konsultan pernikahan. Darinya ia mendapat jawaban singkat saja, “Carilah perempuan yang mirip ibumu!”
Berbekal nasihat tersebut pemuda yang memang sudah merindukan pasangan inipun mencarinya dengan berbagai cara. Setelah 3 bulan ia berjibaku mencari jodoh akhirnya ia menemukan seorang wanita yang mirip ibunya.

Ya, dari berbagai hal, si calon ini memiliki banyak sekali kemiripan dengan ibunya. Mulai dari tinggi badan, berat badan, potongan rambut, bahkan ukuran sepatu dan busananya. Demikian pula perilakunya, cara bicaranya, intonasi dan kecepatan bicaranya, caranya tersenyum, memandang orang lain, semuanya persis ibunya.

Yes! Inilah calon istriku dan pasti ibuku setuju,” seru pemuda itu yakin.
Ketika saatnya tiba, dengan mantap pemuda ini memperkenalkan calon istrinya kepada kedua orangtuanya. Ia ingin minta restu dan persetujuan dari ayah dan ibunya.
Ibunya tampak senang. Namun, sang ayah kelihatannya punya pendapat berbeda.
Nak, ayah sudah berpengalaman hidup dengan perempuan seperti itu. Kau akan menderita dan menyesal, nak,” ucapnya setengah berbisik, sambil mengusap air mata yang menggenang di pipinya.



Jangan Tinggalkan Calon Istrimu - Humor

View Article
Sepasang muda-mudi ini sudah lebih dari 5 tahun berpacaran dan belum memutuskan kapan akan menikah. Namun, setelah aktif di twitter dan follow orang-orang yang pro nikah muda si perempuan mulai terpengaruh. Setiap kali bertemu dengan sang pemuda ia selalu meminta kepastian tanggal pernikahan.

Didesak begitu sang pemuda belum juga berani mengambil keputusan, karena memang belum berpengasilan tetap. Akhirnya, ia pergi merantau ke kota lain. Dia bertekad mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya untuk bekal pernikahannya.

Setelah berbisnis di perantauan selama 4 tahun, pemuda itu merasa telah punya cukup bekal untuk menikah. Ia lalu membeli cincin emas 10 gram bertuliskan nama pacarnya. Singkat cerita, dia pulang kampung untuk memberikan hadiah kejutan tersebut kepada pacarnya.

Begitu bertemu sang pacar pemuda itu berkata, “Aku belikan cincin emas 10 gram bertuliskan namamu.”
“Oohh… Maaf telah ada pemuda lain yang melamarku,” jawab si perempuan dengan terbata-bata.
Pemuda itu terkejut. Dengan nada suara yang keras ia bertanya, “Siapa pemuda itu? Ayo katakan!”
“Kamu tidak boleh tahu siapa pemuda itu. Nanti kamu marah dan berkelahi dengannya!” seru gadis itu.
“Tidak.. Siapa bilang aku marah. Aku tidak akan berkelahi dengannya. Aku hanya ingin menjual cincin emas ini kepadanya…”

Thursday, September 22, 2011

Suami Istri Selingkuh - Humor

View Article
Sepasang suami istri telah menikah begitu lama. Untuk menghormati privacy, setelah 15 tahun menikah masing-masing mengajukan permintaan.  Suami tak ingin handphone atau BB-nya dibuka oleh istri. Sementara sang istri hanya meminta agar suaminya tidak membuka laci meja di kamar tidur.
Dengan kesepakatan itu sang suami merasa aman perselingkuhannya dengan beberapa wanita tak akan diketahui oleh istrinya. Kata-kata mesra dan percakapan via SMS dan BB tak akan terendus oleh istrinya. Diapun leluasa menggunakan handphone dan BB sebagai alat komunikasi untuk selingkuh.
Setelah 10 tahun kesepakatan itu dipegang kuat akhirnya luntur juga.  Sang suami tegoda untuk membuka laci meja di kamar tidur. Begitu ia membua laci itu ternyata hanya berisi 2 butir kacang ijo dan uang Rp5.000.

“Ya ampun cuma ini tho yang tak boleh aku ketahui,” bisik suami.  Sembari meminta maaf karena telah melangar kesepakatan, lelaki yang usianya sudah menjelang 50 tahun itupun penasaran bertanya, “Apa artinya dua butir kacang ijo dan uang lima ribu rupiah ini?” Sang istri kemudian menjawab, “Setelah aku cerita apakah bapak berjanji tetap sayang sama saya?” “So pastilah sayangku,” seru suaminya.
Sambil menarik napas panjang istri itu bekata: “Maaf suamiku, sebenarnya aku wanita yang rusak, aku pernah selingkuh. Untuk mengingatkanku, setiap aku selingkuh aku meletakkan satu butir kacang ijo di laci meja itu.” Sang suami terdiam, dia berbisik di dalam hati, “Gak apa-apalah, kan cuma dua kali selingkuh sementara aku sudah melakukan belasan kali.”

Suami itu kemudian memeluk istrinya sambil berkata, “Istriku, jangan khawatir, aku tetap mencintaimu walau kau pernah selingkuh.Cintaku tak berkurang sedikitpun. Lantas apa arti uang lima ribu rupiah itu?” Dengan terisak istri itu menjawab, “Karena laci mejanya terlalu kecil, maka aku jual satu kilogram kacang ijo yang ada dan laku lima ribu rupiah.”

Nah lho! Jangan dicontoh ya, itu cerita rekayasa.. He he he…

Perjelas Doa Anda - Humor

View Article
Saya yakin dengan kekuatan doa. Baik doa itu dikabulkan atau tidak, bagi saya semua pasti ada pengaruhnya dalam hidup saya. Dia, Yang Maha Pencipta, juga semakin senang bila kita lebih sering meminta kepada-Nya.
Saya sangat banyak meminta kepada-Nya. Sebagian besar yang saya minta dikabulkan oleh-Nya. Sejak SMP-SMA selama enam tahun saya berdoa agar diterima kuliah di IPB, Alhamdulillah, dikabulkan. Ketika pergi ke Tanah Suci saya berdoa agar buku-buku saya best seller, itupun terkabul. Bahkan buku saya bukan hanya laris di Indonesia tapi juga dicetak di Malaysia.
Saya pernah mendapat pelajaran dari Prof. Didin Hafidhuddin tentang penggunaan kalimat yang tepat dalam berdoa. Sebelumnya saya selalu berdoa, “Ya Allah, cukupkanlah rizki yang halal dan berkah bagi kami, keluarga kami dan orang-orang yang mencintai-Mu.” Kata Prof. Didin, “Bila kamu berdoa dengan kalimat seperti itu, rizkimu hanya dicukupkan dan tidak dilebihkan. Berdoalah dengan kalimat luaskanlah atau lapangkanlah rizkiku.” Sejak saat itu saya mengubah kalimat dalam doa sesuai anjuran Prof. Didin. Hasilnya? Luar biasa, doa itu bekerja dalam kehidupan saya.
Berkaitan dengan doa, saya juga teringat dengan teman saya seorang perempuan. Usianya menjelang 30 tahun belum menikah. Maka atas anjuran banyak orang ia pergi ke Tanah Suci. Disana ia berdoa dan meminta kepada-Nya agar diberi suami yang tepat bagi dirinya. Bukan hanya itu, iapun menyebut ciri-ciri suami yang diminta. Tak lebih dari satu tahun setelah ia pulang dari Tanah Suci, ia pun menikah.
Sekarang ia sudah dikaruniai anak. Sayapun bersahabat baik dengan suaminya. Ketika suatu saat kami bertemu dan berdiskusi tentang kekuatan doa. Ia bercerita tentang dikabulkannya doa meminta suami ketika ia di Tanah Suci. Saya bertanya, “Apakah ciri-ciri suami yang kamu minta dikabulkan oleh-Nya?” Dia langsung menjawab, “Semua dikabulkan, mas. Hanya waktu itu saya lupa meminta satu hal.” “Apa itu?” tanya saya. Segera ia menjawab, “Saya lupa minta suami yang ganteng…”

Robot Pendeteksi Kebohongan - Humor

View Article

Bila Anda sudah memutuskan untuk menikah, Anda harus mempercayai pasangan hidup Anda. Anda tidak perlu memeriksa SMS atau panggilan yang masuk ke telepon pasangan hidup Anda. Hidup saling percaya adalah anugerah kehidupan.
Begitu pula kepada anak, bila Anda sudah memberikan pondasi pendidikan keagamaan yang kokoh Anda tak perlu khawatir saat ia mulai remaja. Anda tak perlu diam-diam mencari tahu aktivitas anak Anda. Terbukalah dalam komunikasi dan tak perlu ada dusta. Bila satu dengan yang lain tidak saling percaya, keluarga Anda diambang bencana.
Omong-omong soal saling percaya, mari simak cerita berikut ini..
Alkisah, tersebutlah seorang ayah yang merasa anak dan istrinya sering berdusta. Sehingga, ia tidak lagi mempercayai setiap ucapan anak dan istrinya.
Suatu ketika dia datang ke tempat pameran robot. Disana ia melihat robot canggih yang bisa mendeteksi kebohongan. Bila ada orang yang berkata bohong, si robot otomatis memukul orang tersebut. Plak!
Tertarik dengan kecanggihan robot itu dia memutuskan untuk membelinya. Tiba di rumah, dia tak sabar untuk menguji kecanggihan robot tersebut. Kebetulan hari itu anaknya baru pulang setelah larut malam.
“Dari mana kamu?” dia bertanya kepada anaknya sambil melotot.
“Dari belajar papa…” jawab sang anak. Si robot langsung memukul sang anak. Plak!
“Kamu bohong! Robot ini bisa mendeteksi kebohongan. Ayo dari mana kamu?”
Dengan perasaan takut sang anak menjawab, “Dari nonton papa…”
Lelaki paruh baya itu melanjutkan pertanyaannya, “Nonton apa kamu?”
“Nonton film perang,” jawab anaknya. Mendengar jawaban sang anak, robot pendeteksi kebohongan kembali memukulnya. Plak!
Sang ayah makin naik pitam. “Kamu bohong lagi, ayo yang benar kamu nonton film apa?” Sambil terisak anak itu menjawab, “Saya nonton film porno, papa…”
Sambil menunjukkan wajah penuh amarah, ayah itu menghardik anaknya sambil berkata, “Kamu ini anak keterlaluan ya, kecil-kecil sudah nonton film porno. Papa yang sudah setua ini saja belum pernah nonton film begituan!” Demi mendengar ucapan tersebut robot pendeteksi kebohongan langsung memukul lelaki itu. Plak!
Di tengah kegaduhan, tiba-tiba istrinya keluar dari kamar. Melihat lebam-lebam di pipi anaknya ia pun marah kepada suaminya. “Papa ini bagaimana sih, dia kan sudah remaja papa, biarkan dia bahagia. Bagaimanapun dia itu anakmu!” Tanpa diduga robot pendeteksi kebohongan mendekati perempuan cantik itu, lalu…. Plak!

Hadiah Kejutan - Humor

View Article
Hadiah akan berkesan bila pas atau sesuai dengan harapan dan kebutuhan orang yang menerimanya. Saya sangat yakin dengan hal ini karena saya pernah mengalaminya sendiri. Saya juga pernah melihat hal yang sama pada orang lain.
Dalam pelatihan saya ada sesi “permainan” saling memberi hadiah antar-peserta. Salah seorang peserta tampak terkejut lalu menangis haru mendapat hadiah sebotol minyak telon. Rupanya hadiah berharga tak lebih dari Rp25 ribu itu telah menyentuh hatinya. Selidik punya selidik, sang General Manager (GM), peserta pelatihan saya tersebut, ternyata baru bisa tidur nyenyak kalau dibalur minyak telon. Dan ia terharu mendapat perhatian dan hadiah kejutan dari temannya.
Saya juga pernah mengalami hal serupa. Beberapa waktu lalu saya berencana membeli iPad. Eh, tanpa diduga pak Sentot, pimpinan Trijaya FM, menghadiahi saya iPad terbaru lengkap dengan casingnya yang keren. Hadiah kejutan dari pak Sentot ini sangat berkesan dan tak akan pernah saya lupakan.
Nah, pernahkah Anda memberi hadiah yang berkesan buat orang tua? Buat pasangan hidup Anda? Atau, orang-orang yang Anda cintai? Kalau belum, bersegeralah, beri mereka hadiah kejutan. Hadiah yang benar-benar mereka harapkan.
Omong-omong soal hadiah kejutan, saya punya kisah tentang seorang suami yang ingin memberi hadiah kejutan kepada istrinya. Mudah-mudahan Anda bisa mengambil pelajaran dari kisah ini.
Alkisah, seorang suami pergi ke toko alat tulis paling terkenal di kotanya. “Tolong berikan saya pulpen yang paling indah?” kata lelaki itu sambil tersenyum.
“Buat apa pulpen indah ini, pak?” kata penjaga toko dengan ramahnya.
Lelaki itu langsung menjawab, “Hadiah kejutan buat istri saya!”
“Istri bapak pasti senang mendapat hadiah pulpen ini,” kata penjaga toko. Sambil membungkus pulpen hadiah, ia bertanya lagi, “Mengapa bapak memberi hadiah pulpen indah ini?”
Dengan tersenyum lelaki itu menjawab, “Saya baru ikut pelatihan, kata trainernya berilah hadiah kejutan agar cinta istrimu makin menggila.” Si penjaga toko manggut-manggut, dia-diam dia kagum kepada lelaki paruh baya itu.
Dengan mata berbinar lelaki itu melanjutkan ceritanya, “Semoga hadiah ini benar-benar menjadi hadiah kejutan yang membuat istri saya benar-benar terkejut.”
“Kok begitu, pak?” tanya penjaga toko.
“Karena, sebenarnya yang diminta istri saya adalah kalung berlian bukan pulpen!”

Bicara Dengan Presiden Amerika - Humor

View Article

Pada 2004 saya berkesempatan ke Philipina untuk mendalami social enterprise di negara itu. Saya memberanikan diri mengikuti program tersebut, padahal bahasa Inggris saya pas-pasan.
Begitu tiba di hotel di Manila saya menonton televisi untuk menguji kemampuan listening. Ternyata saya banyak tidak memahami apa yang diucapkan pembawa acara di televisi.

Dalam kondisi stress saya telepon istri, “Mama, besok mesti presentasi dan berdiskusi dengan bahasa Inggris tapi aku gak ngerti.”
Dengan suara keras istri saya berkata, “Mas Jamil, mas Jamil, apa moto hidup mas Jamil?” Dengan mantap saya jawab, “Jika saya bepikir bisa pasti saya bisa!”
Kali ini dengan suara yang lembut istri saya berkata, “Ayo gunakan kekuatan mas Jamil, bercerita. Mas Jamil kalau bercerita hebat banget.”
Setelah berdiskusi via telepon ditemukanlah materi untuk saya bercerita sebelum presentasi. Maka, ketika keesokan harinya presentasi, saya pun membukanya dengan bercerita.

Bapak dan ibu, kata saya, sebelum mempresentasikan makalah izinkan saya bercerita. Ada seorang aktivis LSM dari Indonesia diundang Presiden Amerika Serikat Bill Clinton. Dia tidak bisa bahasa Inggris, sama seperti saya. Sadar akan kemampuan bahasa Inggrisnya yang lemah ia mendatangi temannya yang mahir berbahasa Inggris.

“Ajarin saya bahasa Inggris dong, saya mau bertemu Presiden Bill Clinton,” ujarnya.
Temannya yang memang sudah cas cis cus berbahasa Inggris hanya menjawab, “Gak usah repot-repot, ketemu Presiden Amerika cukup menguasai dua kalimat. Saat kamu bertemu, tanya: “How are you?” Dia akan menjawab, “I’m fine.” Langsung kamu jawab, “Me too.”
Selama 2 pekan, lelaki ini hanya berlatih “How are you? Me too. How are you? Me too. How are you? Me too.” Bahkan saat sudah berada di Gedung Putih sambil antri hendak berjabat tangan dengan presiden Bill Clinton dia masih saja berlatih “How are you? Me too.”
Pas berhadapan dengan Bill Clinton, kharisma sang presiden membuat lelaki ini grogi. Walhasil, ketika berjabat tangan yang terucap dari mulutnya bukan “How are you?”, melainkan “Who are you?”. Terkejut mendengar pertanyaan itu, Bill Clinton menjawab ,”I’m Hillary’s husband.” Dengan mantap aktivis LSM itu pun menjawab, “Me too!

Gak Ngiler - Humor

View Article

Iri itu penyakit hati. Hidup tak akan bahagia bila iri masih merajalela di dalam hati. Setahu saya, iri hanya boleh dalam dua hal. Pertama, iri kepada orang yang kaya tetapi dermawan. Kedua, iri kepada orang berilmu yang mengajarkan serta mengamalkan ilmunya.
Iri itu pekerjaan setan. Orang yang hatinya dipenuhi penyakit iri, hidupnya akan mudah gelisah. Melihat orang lain bisnisnya maju dia ngiler. Melihat tetangga punya mobil baru dia pengen. Melihat saudara merenovasi rumah dia gak bisa tidur…
Iri biasanya juga beriringan dengan dengki. Ciri orang dengki adalah senang melihat orang lain sedih dan sedih melihat orang lain senang.
Iri dan dengki harus buang dari hati. Iri dan dengki ibarat api yang membakar kebaikan-kebaikan yang pernah kita lakukan. Bagaimana menyikapi iri dan dengki? Saya punya kisahnya…
Diceritakan, sepasang suami istri mengikuti seminar tentang bahaya iri. Usai seminar mereka berkomitmen untuk menjauhi penyakit hati yang berbahaya itu. Sang suami berkata pada istrinya, “Mama, sadarkah bahwa iri telah membuat kita lupa diri? Iri telah membuat kita sibuk memperkaya diri dan lupa untuk peduli dengan sesama. Kita harus membuang penyakit iri dari hati kita.”
Dengan penuh kesadaran, sang istri menjawab, “Tenang papa. Mama gak ngiler kok lihat orang pakai mobil mewah. Mama gak ngiler kok lihat orang punya rumah mewah. Mama gak ngiler kok lihat orang tabungannya berlimpah. Mama gak ngiler kok melihat orang jalan-jalan ke Eropa. Mama hanya ngiler kalau mama tidurnya miring…”

Mobil Baru - Humor

View Article

Seorang pejabat tinggi yang dikenal jujur sedang duduk termenung di ruang kerjanya. Dia bingung memikirkan pulang kampung alias mudik. Mobil yang dimilikinya sudah tua dan daya angkutnya sedikit. Padahal, keluarga dan saudara-saudaranya yang ada di Jakarta ingin mudik bareng dan minta dibayarin olehnya.
Saat dia kebingungan seorang pengusaha tiba-tiba masuk ke dalam ruangannya sambil berkata, “Pak, diluar ada mobil Alphard model terbaru buat bapak.” Dengan lantang pejabat itu menjawab, “Tidak! Itu gratifikasi atau penyuapan. Saya tidak mau gara gara kamu dapat proyek dari saya kemudian kamu memberi saya upeti berupa mobil itu.” Dengan tenangnya pengusaha itu berkata, “Tenang, pak. Gak ada yang tahu, kok.” Kali ini sambil menggebrak meja pejabat itu berkata keras, “Tidak! Sekali tidak ya tidak! Titik!”
Tidak menyerah pengusaha itu kemudian memberikan solusi, “Pak, bagaimana kalau bapak beli mobil itu dari saya?” Sambil tersenyum pahit pejabat itu menjawab, “Maaf, saya tidak punya uang.”
Dengan cepat pengusaha itu menukas, “Santai, pak. Saya jual murah, 10 ribu rupiah saja.” Wajah pejabat itu berbinar dan ia berkata, “Benar ya 10 ribu per mobil? Pakai kwitansi resmi, ya?” Pengusaha itu mengangguk tanda setuju.
Akhirnya sang pejabat mengeluarkan uang 100 ribu rupiah dari dompetnya dan diberikan kepada pengusaha itu. Sambil menulis kwitansi si pengusaha berkata, “Maaf pak, gak ada kembaliannya.” Dengan mata berbinar pejabat itu menjawab, “Gak apa apa, kirim sembilan lagi mobil model yang sama ke rumah. Jangan lupa kwitansinya, ya…”